ARTIKEL

MENJADI DIRI SENDIRI YANG MERDEKA DAN BERMARTABAT

Pada zaman dahulu dunia pendidikan kita dipengaruhi oleh gaya pendidikan zaman colonial dan feodal. Seorang anak harus patuh pada guru, tidak boleh menentang guru, tidak boleh menatap dan membelalakkan mata adalah ajaran yang baku. Mengeluarkan pendapat yang berbeda, bisa dikatakan sebagai menentang. Sehingga tidak aneh jika kita masuk kelas kita akan menghadapi anak-anak yang diam tanpa suara , tidak berpendapat,dan tidak bereaksi, tapi juga ketika ditanya tentang pelajaran yang diberikan tidak akan mengerti karena mereka takut bertanya.Pemandangan kelas seperti ini akan terlihat pada era 80 dan 90 an.

Namun sekarang kita menjalani zaman yang berbeda anak-anak yang kita asuh adalah anak-anak milenial yang lahirnya tahun 2000 an, yang tidak kenal kasta dalam masyarakat, yang diasuh dengan cara demokratis dan sangat plural. Mereka anak-anak yang tidak takut bilang tidak kepada siapapun, dan tidak takut membantah perkataan gurunya jika mereka tidak setuju.Akun media social tempat mereka berekspresi dan bergaul, membuat mereka mempunyai kepercayaan diri yang kadang-kadang terlalu tinggi, mereka punya bahasa sendiri ,nilai moral  sendiri maupun gaya hidup sendiri. Sehingga kita sebagai guru harus bisa mengikuti pola pikir mereka dan masuk ke dalam lingkungan pergaulan tersebut jika ingin diterima oleh mereka. Mereka sangat paham dengan IT dan menjadikan IT sebagai gaya hidup dan modal .Generasi seperti inilah yang kita hadapi,oleh karena itu gaya mengajar kita pun harus diubahsuaikan dengan subyek ajar ini. Apalagi tuntutan untuk seorang guru menjadi bertambah tinggi dan rumit. Maka menuntun anak-anak ini sesuai kodrat mereka adalah sebuah keharusan.

Mengacu kepada Inquiry Apresiatif, sebagai sebuah managemen penyelesaian masalah yang berbasis kolaboratif dan menekankan pada  kekuatan dan inti positif mungkin akan sangat membantu untuk mengubah suasana kelas dan lingkungan sekolah menjadi lebih baik. Inquiry Apresiatif percaya bahwa setiap orang selalu mempunyai sisi positif jadi kita berusaha melakukan perubahan melalui sisi positif ini sehingga perubahan ini akan menjadi lebih bermakna dan lebih aplikatif.

Menurut KHD anak-anak haruslah dituntun sesuai zamannya dan pendidik harus menuntun dan merawatnya sesuai dengan tumbuhnya kodrat itu, maka peran guru harus bisa dimaksimalkan pada poin ini. Jadilah guru yang bisa mereka terima dengan ikhlas yang pertama, kemudian jika mereka sudah bisa mempercayai gurunya sebagai bagian dari diri mereka sendiri maka berikutnya adalah berusaha menuntun mereka untuk menemukan kodrat mereka dan menumbuhkan dan merawat kodrat tersebut dengan baik,dengan cara didepan selalu berusaha menjadi contoh dan teladan yang baik ,disekitar mereka bisa menjadi teman untuk berbagi kegalauan dan keluhan dan dibelakang bisa memacu anak-anak kita memaksimalkan kodrat mereka sehingga mereka benar-benar menjadi manusia yang pintar, bijaksana dan berperikemanusiaan tinggi seperti yang kita harapkan.

Inquiry Apresiatif akan membantu kita menemukan kodrat sang anak yang harus kita pupuk dan rawat, dan pemahaman kita terhadap zaman dimana mereka tumbuh akan membuat kita bisa melakukan tugas kita dengan baik dan benar,tanpa memberikan tekanan mental kepada subyek didik yang harus kita asah asih dan asuh.sehingga anak-anak kita bisa menjadi anak-anak yang tumbuh menjadi dirinya sendiri yang merdeka dan bermartabat.

Create your website with WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: